Arta Raya Makmur 47 Garage Racing Team, Jember : USUNG FORMASI PAMUNGKAS TANPA BATAS, POPULARKAN JEMBER JADI SKALA PRIORITAS

Racing Team dengan basecamp di kawasan Muktisari, Jember, ini kental terobsesi menjadi penguasa di rangkaian seri MCR 2025, yang kini memasuki sesi Grand Finalnya !

Apa pasal ? Sederetan rider-rider potensial Jatim berkarakter petarung dipinang oleh Boss Farizky, owner Arta Raya Makmur 47 Garage Racing Team, Jember.

Seperti Kiki Aransyah, Mamad Astawa, Rexzy Kepo, Aam Haris, Vitosyah dan Danny.

Juga ada Ferdian dengan status Pemula Jatim dan Devano berlaga di Mini GP, yang tak lain adalah adik kandung dan buah hati Boss Farizky.

Ketika meninjau formasi squad tempurnya, maka Racing Team yang berpilar pada, workshop Mobil - Motor standar Astra, serta Kontraktor Real Estate ini, lebih tepat bergelar Mega Team-nya Jatim !

Dalam keterangan resminya, Flamboyan Man kelahiran 89 itu memaparkan, "Racing Team yang saya gawangi ini memang benar, menjadi penerus tahta, reputasi dan popularitas Jember, di 30 tahun silam.

"Ingat Jember sempat berjaya di skala Nasional, berkontribusi untuk Jatim menjadi penyanggah prestasi Nasional, di drag bike, road race, juga grasstrack.

Jember, juga sempat menjadi trendsetter sport 2 tak 140 cc Tune Up, melahirkan legend rider Suzuki di eranya.

 

Sampai dipercaya menjadi tuan rumah Supercross dengan venue in door di Stadion Notohadinegoro Agustus 2008 silam, "papar suami Novi Riana sari itu mengenangnya bangga.

Latar ini yang krusial menjadi pertimbangan Boss Farizky, untuk kembali memamerkan taring Jember, di jagad racing kompetisi segmen aspal !

Menjadi hal yang rasional, ketika Boss Farizky mengadopsi formasi tempur pamungkas, memasuki musim kompetisi 2026 ini.

Termasuk soal up grade performa mesin, geometri rangka, hingga detail setingan suspensi armada tempur, tanpa kompromi keseluruhan unit diresearch.

Dari input data evaluasi sepanjang perjalanan musim kompetisi 2025 !

Soal maintenance Boss Farizky terbilang jeli, sebab semua berlangsung by data dan tak lagi mengenal spekulasi.

Digawangi oleh Sofan Sauri begawan Made Garage, Jember, arsitek Arta Raya Makmur 47 Garage Racing Team.

Sofan sapaan-nya telah lama dikenal sebagai engine builder drag bike, baik basic 4 tak maupun 2 tak.

Bicara soal korekan mesin, Sofan menegaskan lebih terkonsentrasi pada repair option part fast moving.

"Jadi, saat ini data korekan mesin ada yang mengadopsi blue print terbaru dan dimix, dengan blue print korekan lama.

Sebab, dari data blue print tahun silam, masih bisa fight di laga skala Nasional.

Tapi, tetap ada penyegaran, seperti penyempurnaan porting silinder, sudut crankcase dan racikan gigi rasio, untuk basic Bebek 2 Tak.

Sedang basic Bebek 4 Tak, data korekan dan equipment-nya masih data lama.

Cuman perbandingan kompresi mengalami perubahan, mengikuti adonan bahan bakar dan program pengapian yang kita pakai, "urai Sofan memastikan.

Pernyataan Sofan memang selaras dengan torehan prestasi rider-rider, Arta Raya Makmur 47 Garage Racing Team, Jember.

Seperti Danny di kelas Bebek 2 Tak Standar 125 Novice, sukses mendobrak di peringkat ketiga.

Dominasi rival Danny yang sama-sama lagi on fire, tensi kompetisi kental beratmosfir panas !

Sedang, Rexzy Kepo di Bebek 4 Tak Tune Up 130 cc Expert, berada di podium keempat, usai melalui perjalanan kompetisi dramatis.

Rexzy sejak lap awal, tampil konsisten menjaga gaya balap berkelasnya, fight dari kepungan rider-rider Expert Nasional.

Fantastisnya, Mamad Astawa di kelas Bebek 2 Tak Standar 125 cc ExRider dan Bebek 4 Tak Tune Up 130 cc ExRider, menyabet double Winner setelah menyabet 2 trophy di peringkat kedua.

"Saya berusaha mengikuti ritme kompetisi, sembari menjaga durability mesin dan konsisten menjaga speed.

Pertengahan total lap, saya mulai memaksakan untuk membongkar kuncian racing line, konsekuensinya jurus late braking saya adopsi, hingga RPM mesin over turn.

Memang diluar prediksi, karena pertengahan lap performa pengereman berangsur drop, tapi tetap saya paksakan dan bisa, "jelas Mamad buka kartu.

Kabarnya, selain Team Road Race, Boss Farizky juga lagi mengkader atlit taekwondo dan bulutangkis, untuk membawa Jember di pentas kejuaraan Nasional.

Termasuk kicau mania, hobi lamanya sejak masih berseragam putih biru.

"Bagaimanapun caranya, skala prioritas Jember harus berkibar di berbagai cabor prestasi, "tegas Boss Farizky.    skg