Bore up

Sunmori sebagai bentuk aktualisasi cermin dan budaya komunitas motor roda dua, terus menggelinding bagaikan fenomena bola salju.
Konsistensi sang pemilik dalam urusan up grade performa, memang sulit dibendung.
Tiap metropolis punya gaya, cerita sampai trend kecenderungan, hobi berbalut life style para milenial, yang kini menjadi kontrol kendalinya.
Sebagai produk limited edition, yang diluncurkan oleh AHM buat loyalis CBR 250 di tanah air.
Kelas Ninja 155 cc rangka standar, tak hanya ramai di ajang karapan resmi saja, di hajatan liar juga mulai ramai memberlakukan regulasi ini.
Ini dia putra legenda motocross tanah air asal Surabaya, tak lain Johny "Kucing" Pranata.
Customer loyal RAT Motorsport di Jl. By Pass Juanda 17, Sidoarjo ini, lumayan emosi, usai touring di tengah perjalanan dilibas senyap oleh MX King 150 VVA.
Wabah sport 4 tak berparas Herex, terus menjadi influenz milenial metropolis, untuk ikut meramaikan sekaligus menunggangi.
Nama Arifin Jawawut sempat tenar di era milenium. Dia adalah mantan asisten Wakjo, tuner yang sempat viral dengan bebek 4 tak, berbasic Crypton dan Vega pacuan Talkun di era milenium.
Aksi Angga owner bebek produk sayap merah ini, cukup spektakuler. Pasalnya, kalau penggemar full throttle yang lain, tradisi main bore up dan geser big end, tapi Angga justru engine swap.
Dennis Nara nama pemiliknya tahu persis, begitu sporadisnya wabah ngabers di metropolis, hingga berujung pada influenz seluruh pemilik matic.
Menjadi line up terakhir di era sport 4 tak 250 cc Fuel injection dua silinder. Otomatis cukup banyak, fitur dan teknologi terbaru yang disematkan oleh pabrikan Honda.
Sunmori dan touring telah menjadi obsesi dan hobi lama Febri Aryo, milenial yang bermukim di kawasan Sukodono, Sidoarjo.
Tema modifikasi supermoto memang everlasting juga fashionable. Dipakai untuk keperluan apapun, tetap fashionable.
Kian banyak tuner yang dulu bermain di belakang layar, kini muncul di permukaan. Pastinya lama malang melintang di karapan liar, sebagai kawah candradimuka.