Bersepeda idealnya berlangsung di pagi hari atau sore hari. Tapi, ketika olahraga ini bergulir menjadi life style, maka saat malam hari justru dimanfaatkan oleh penghobinya.
Bagi sampeyan yang aktif mengendarai motor – matic, wajib meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, penghobi sepeda yang berada di level “ikut-ikutan”, sering kali tak menghiraukan soal toleransi dan tata cara berkendara di jalan raya.
Seperti minusnya LED lamp, yang seharusnya dipasang di bawah jok, sebagai “indikator obyek” bagi pengendara yang ada di belakang. Termasuk mini headlight, untuk mengumpan konsentrasi pengendara yang ada di depan, saat kebutuhan pindah jalur atau menyebrang. Sisi lain, aktifitas ini juga dominan berlangsung dengan mode koloni alias bergerombol.
Pertimbangan ini, pada Ngoprek (Ngobrol Online) yang dihajat PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT, mengangkat tema “Tetap Waspada Berkendara di Jalan Raya di Tengah Musim Bersepeda” pada 18-7-2020.
Dipandu oleh Yudistira Ardi instruktur safety riding MPM Honda Jatim, bersama Aipda Abdul Roup SH dari Dikyasa Satlantas Polrestabes Surabaya, mengupas habis tips dan trik berkendara di tengah musim bersepeda.
"Di jalan raya banyak sekali orang yang menggunakan fasilitas jalan raya seperti saat ini di musim bersepeda. Dan sebagai pengendara motor, kita harus #Cari_Aman, dengan meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari bahaya kecelakaan, “buka Yudistira.

Berikut tips #Cari_Aman menghadapi para pesepeda.
1. TETAP FOKUS SELAMA BERKENDARA
Ada beberapa faktor dijalan yang tidak terlihat pada waktu berkendara malam hari misalnya pejalan kaki, penyeberang jalan, dan pengendara sepeda. Untuk itu, hindari dan jangan sampai memakai jalur pengendara sepeda yang biasa ada di kiri atau tepi jalan. Tapi, ingat sebelum pindah jalur, amati obyek yang ada di belakang sembari mengikuti kecepatan arus pengendara yang ada di belakang.
2. PANDANGAN JAUH KE DEPAN
Sebaiknya pandangan itu tidak satu titik. Pada waktu berkendara penting sekali pandangan jauh kedepan, karena ketika ada beberapa hal yang berpotensi bahaya sebagai pengendara sudah siap menghadapinya.
3. DANGER PREDICTION
Ada 3 klasifikasi jenis bahaya yang perlu di ketahui oleh pengendara motor. Antara lain bahaya yang terlihat, yakni bahaya dimana pengendara bisa memprediksi bahaya yang terlihat. Bahaya yang tidak terlihat, seperti keadaan atau sesuatu yang mendadak. Dan bahaya yang menarik perhatian yakni keadaan dimana resiko berkendara sangat tinggi.
"Para pengendara atau pemakai fasilitas jalan umum, harus tetap saling menghormati dan bertoleransi, seperti slogan Kota Surabaya, Cakap Tertib Jaga Surabaya (Cak Tejo), agar semua menjadi nyaman dan aman, "himbau Aipda Abdul Roup SH Dikyasa Satlantas Polrestabes Surabaya. teks - foto : rio/mpm