SENGKUYUNG SIAP GO NASIONAL ! DIDUKUNG SEPENUHNYA OLEH PENGPROV IMI JATIM & FIX TAMPIL DI OPENCHAMPIONSHIP

Belum genap satu tahun, Sengkuyung telah bertransformasi menjadi payung crosser-crosser cilik di Jatim, yang tergabung dalam kelas Mini Trail.

Ihwal koloni para orang tua, yang terobsesi mengarahkan putra-putrinya di olahraga prestasi ini, Sengkuyung dalam kiprahnya singkat melahirkan embrio.

Mantapnya, kabar baik beraroma regenerasi ini tak lagi di sentral karesidenan AG, hadirnya embrio baru itu.

Kuat menjadi interpretasi, bahwa Sengkuyung yang memiliki filsafat bersama-sama atau gotong royong, disambut antusias juga menuai pujian.

"Itu lantaran ketika diilustrasikan Sengkuyung dengan membernya, dalam hal ini orang tua dan crosser-crosser cilik yang bernaung, ibaratnya seperti roket.

Nengingat secara prosedur, quota yang tergabung dalam Sengkuyung telah menjadi elemen mutlak dan syarat kejuaraan, "kata Tri Priyo Nugroho begawan Nugroho Motocross Training merangkap Ketum Pengcab IMI Kediri.

Dengan semangat kebersamaan, demi nama Jatim, sejak berita ini diturunkan, legalitas Mini Trail telah dikomunikasikan dengan Bambang Haribowo Ketum Pengprov IMI Jatim, bersama Tri Priyo Nugroho dan Yohan Dharmawan President Sengkuyung Mini Trail Indonesia.

Juga tampak pejabat teras Pengprov IMI Jatim, yaitu Heri Priyono, Yos Wiguna dan Agus Lurah.

Selain itu, juga hadir Santoso Ketum Pengcab IMI Tulungagung, serta beberapa pemuka otomotif Tulungagung, seperti Medjo dan kerabatnya.

Sosok pemuka otomotif Jatim, yang peduli dan empati oleh Mini Trail ini, urut memberi himbauan beraroma penyempurnaan tanpa mengurangi konsep awal.

Selebihnya, turut membahas regulasi, teknis penyelenggaraan, klasifikasi usia crosser, sampai kelas-kelas berbasic "mesin potong rumput" yang akan dibakukan.

Menurut Heri Priyono, "Pada prinsipnya, Pengprov IMI Jatim sebagai induk dan payung otomotif Jatim, menyambut baik kelas Mini Trail.

Sebab identik dengan ruang regenerasi crosser, atau rider misal motocross hanya menjadi jenjang menempa fisik di kompetisi mode on road.

"Akan tetapi legalitas dan administrasi pastikan sesuai prosedur club prestasi. Karena dalam jangka panjangnya, Mini Trail akan dijadikan supporting class bahkan bisa menjadi main class.

Dan perlu diingat, selain regional secara jenjang, kami juga berharap Mini Trail bisa Go Nasional.

Misal, kedepan-nya Mini Trail telah disosialisasi merata di seluruh provinsi, "jelas Bambang Haribowo.

Dalam konteks ini, klausul status kelas di event openchampionship, yang akan menjadi ruang kompetisi, juga dikomunikasikan secara seksama.

Terkait durasi, rundown jam kejuaraan, agar lintasan dapat dikondisikan lebih proporsional bagi Mini Trail.

"Dasar itu, di 2026 regulasi kalau bisa segera dibakukan, termasuk acuhan soal usia, sejak dini kalau bisa segera disosialisasi secara legal dan sah.

Cikal bakal ini yang serius akan saya kawal, hingga Go Nasional, sebab menurut saya telah menjadi tugas kita bersama, "tegas Tri Priyo Nugroho.   skg