Yamaha N Max 2018, Surabaya : TUNGGANGAN BARU JURAGAN NASI GORENG, BERPARAS CHAMELEON !

Gawat, juragan "Nasi Goreng Boss Koki" yang lagi viral di seputaran Jl. By Pass Juanda, Sidoarjo, ketahuan selingkuh !

Ulah pria di KTP bernama Rizal itu, sampai mengundang perhatian public Sunmori, zona Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Dari bisik-bisik tetangga, pengakuan Rizal, makin tambah usia justru senang berfantasi dengan pantat sintal dan lebar.

Pantas kalau disebut bunglon, jangan ngeres dulu apalagi parno, sampean kena prank !

Berita akuratnya, Rizal berganti N Max jahitan 2018, benar kan buritan alias pantatnya, lebar dan sintal, ditunggangi juga makin nyaman.

Lantas, warna Chameleon dari Blinken dipilihnya buat face lift, juga peremajaan.

"Ibaratnya, kalau wanita perlu skincare, agar menjadi pusat perhatian, "senyum Rizal tanpa sebut nama yang dimaksud.

Demikian pasangan barunya, eh tunggangan barunya, jadi tampil lebih mudah.

Usai gelontorkan bajet buat skincare, giliran daleman, "halah maksudnya dapur pacu, ikut diupgrade oleh Rizal.

Workshop Racing RAT Motorsport, di Jl. By Pass Juanda, Sidoarjo, yang setia mengawal hobi Rizal sebagai pemuja top speed, kembali jadi rujukan.

Proyek kali ini ditangani oleh Arul engine builder RAT Motorsport, yang terobsesi menghantar Rizal menjadi imam, seperti requestnya.

Hingga blok silinder diadopsi dari RPD dengan material ceramic, yang dikenal licin, dikombinasi piston Wiseco berdiameter 63 mm.

Termasuk silinder head, mengadopsi brand RPD, kelebihanya secara material alutech bahan-nya lebih keras.

"Induksi panas lebih merata, hampir mirip material matic from negeri Pizza, "jelas Arul yang menyematkan crankshaft Kawahara dengan stroke 62,7 mm.

Piranti katup, memakai 23 mm (in) dan 20 mm (ex), dikawal camshaft by RAT Motorsport, dengan kondisi Variable Valve Actuation masih aktif, bersanding driven gear cam RPD.

Booster-nya pakai injector Kawahara dengan debit 200 cc/minute, diselaraskan AFR dari throttle body BRT 36 mm, "terang Arul yang mengadopsi ECU BRT Juken 5 Plus.

Sedang kestabilan suhu produktif mesin, dijaga radiator kompetisi ukuran giga, dengan sistem pendingin lebih lega.

Pada kompartemen CVT, mengusung roller weight kombinasi 7 gram dan 9 gram, dikonversikan primary sheave Kawahara V2, penunjang akurasi rasio drive belt.

"Kalau piranti secondary sheave, memakai mangkuk sentrifugal dari Kawahara V2 dan kampas sentrifugal Daytona, "terang Arul yang melengkapi dengan sliding sheave TDR.

Konsekuensinya, leher knalpot mengadopsi 32 mm, dengan bafel 45 mm dan diolah silincer berlabel Shijiro, untuk mengejar gasingan bawah menengah lebih galak !   Skg

Spesifikasi :

Master rem : RCB S1 (R/L)

Caliper depan : Nissin Samurai 4 piston

Caliper belakang : RCB S1

Cakram depan belakang : VND

Velg : Honda Vario custom N Max

Suspensi belakang : KTC Evo

Panel bodi : Carbon kevlar

Indikator : Power Up

Stabilizer aki : TDR

Light Billet : Beebot, Eyes, Sanbe

Bengkel painting : Botuna Paint

Bahan cat : Sikkens