.

Soni Amijaya – Kolektor Mini Bike Factory : JALANKAN HOBI OTOMOTIF BERSAMA KELUARGA

Memang keren perilaku Soni Amijaya, salah satu penghobi otomotif, Surabaya ini. Sebab, kesenangan di dunia otomotifnya, melibatkan seluruh keluarga. Baik istri dan ketiga anaknya.

Sapa dulu yuk putra putri Soni, yang pertama Nadya Putri Sarma, kedua  Kevin Putra Sarma dan ketiga adalah Nathan Putra Sarma.

Jujur, saya ingin menularkan hobi otomotif kepada anak-anak. Sebab, siklus dan perkembangan anak saat ke jenjang remaja, pasti melalui dunia otomotif, dengan berbagai dinamikanya.

“Melalui pengenalan otomotif sejak dini, saya berharap ada perilaku defensif dan safety, hingga improve soal otomotif, ”tegas Soni yang mendapat dukungan sepenuhnya sang istri Rani Meita Andina soal hobi satu ini.

Makin spesial, segmen otomotif yang dikenalkan Soni kepada anak-anaknya, justru ke nilai history. Melalui jajaran unit mini bike versi pabrikan, bukan hasil rombakan builder ya.

Esensinya, pemahaman terhadap dunia otomotif agar lebih kuat. Mana yang benar dinyatakan sebagai teknologi baru dan mana teknologi lama yang diadopsi kembali.

Melalui koleksi jajaran unit mini bike Suzuki RV 50 cc 81, Honda Bite 50 cc, Honda Ruckus Zoomer 50 cc, Suzuki Choi Nori 50 cc dan Suzuki Epo 50 cc 79.

Soni memang jago, soal memanjakan anak-anak. Terbukti dengan desain dan kontruksi unit mini bike koleksinya, anak-anak Soni justru ikut senang.

Posturnya yang mungil, makin familiar untuk dikendarai. “Secara konsep dan desain memang happy n fun, meskipun teknologi yang diadopsi sudah canggih, ”ulas Soni.

 

SUZUKI RV 50 CC “81

Nadya Putri Sarma, demikian nama putri Soni yang pertama. Memiliki karakter tomboy dan aktif. Memang tepat, kalau Nadya sapaanya lebih suka dengan Suzuki RV 50 cc lansiran 81.

Sebab, profil tapak kakinya yang tambun, membuat Nadya selalu berfantasi, untuk membawanya ke pegunungan dan menyisir pantai. 

Bahkan, soal akselerasi dari akumulasi power mesin 2 tak rotary 50 cc-nya, disuka Nadya. “Nggak lelet, mantap dan nyaman, ”senyum Nadya.

Warnanya juga feminin berbalut classic, sehingga terkesan mini bike yang flamboyan.

Sehingga, naluri wanita Nadya semakin dimanjakan oleh Suzuki RV 50 cc.

Tapi, menurut saya Suzuki RV 50 cc, merupakan mini bike yang diciptakan untuk transportasi ringan di Jepang. "Postur dan kenyamananya paling nyaman untuk mengurai kemacetan, hingga menerobos di jalan sempit, "kata Soni.

 

HONDA BITE 50 CC

Matic CBU asal Jepang ini paling disuka oleh Kevin Putra. Sajian perfect Honda Bite 50 cc, secara tak langsung merepresentasikan, karakter Kevin yang memang maunya serba perfect, tertib tapi simpel.

Memang nyambung dengan karakter Kevin yang memang cerdas dan jago gambar. Konsep Honda Bite 50 cc, serasa hasil sket gambar Kevin.

Imajinasi anak-anak memang lebih didapat pada ergonomi Honda Bite yang simpel dan praktis.  

Kendati mengantongi kapasitas mesin 50 cc, tapi urusan performa cukup agresif. Hal ini juga kental dari pengaruh power to weight ratio Honda Bite 50 cc.

Bentuk kecanggihan Honda Bite 50 cc juga ditunjukan telah dipakainya fuel pump. Mengingat, letak tangki berada di bawah floor board.

Sisi lain, untuk fitur penerangan, juga komplit dari head light, sein dan stop lamp.

 

SUZUKI CHOI NORI 50 CC

Nathan Putra Sarma anak bungsu Soni, memang masih balita, tapi soal passion ke dunia otomotif, mulai terlihat.

Dengan Suzuki Choi Nori 50 cc, Nathan sepertinya telah familiar. Bisa juga karena dimensinya yang mungil, yang menjadi daya pikat Nathan.

Uniknya desain dan model produk Suzuki satu ini, memang kuat menyampaikan pesan happy n fun.

Tapi, soal performa mesin dan kontruksinya rangka, tetap menjadi prioritas utama pabrikan Suzuki di jamanya.

Suzuki Choi Nori 50 cc, mengadopsi jenis mesin 2 tak, dengan penggerak rantai. Tapi, sebelum tersalurkan ke rantai, terdapat mekanis CVT yang diadopsi.

Sehingga, konversi ke speed lebih smooth dan nyaman, untuk pemakaian riding daily use.    teks - foto : enea