Semangat flamboyan man, dalam menghidupkan motocross di Pamekasan itu, memang luar biasa.
Dalam waktu dekat, popularitas motocross dan grasstrack, di Madura akan sejajar dengan road race.
Selain membangun sirkuit Serigala Malam Bawang Mas (Sibas) berskala nasional dan membangun pasukan tempur "Bawang Mas MX GTX Team, Pamekasan", H. Tomin juga lagi intens menggembleng Rafly SM di motocross.

Dia adalah "Pangeran Serigala Malam Bawang Mas" putra pertama H. Tomin yang sering berparas casual itu.
Sesuai info yang disampaikan Solihin, Humas Serigala Malam Bawang Mas, Pamekasan, rencana dan telah berjalan Rafly SM fix diarahkan fokus menitih karier di motocross.
Telah menjadi hal krusial dan sungguh strategis, ketika meninjau usianya yang masih relatif belia.

Rafly SM yang memakai nomer start #13 itu, saat ini duduk di kelas 2 SDN Kadur 1, Pamekasan.
Dan telah aktif training memacu Yamaha YZ 65 cc di representatif sirkuit Serigala Malam Bawang Mas (Sibas), Kadur, Pamekasan.
Maka, proses penjenjangan, diklaim berjalan lebih prosedur, di usia sejak dini.
Materi sebagai bekal teknik dan skill yang diadopsi, jadi berjalan terukur sesuai kapasitas adrenaline-nya.

Fase ini, paling tepat membentuk nyali dan kecepatan berpikir, mengambil keputusan.
Bahkan, dari hasil tinjauan sederetan nama-nama crosser nasional yang Go Nasional, pemantapan mulai kelas 65 cc ini, identik menciptakan karakter petarung matang.
Sebelum terjun dan menemukan jati dirinya di kelas 85 cc, dengan rival lebih sporadis.

Mengingat pembentukan kekuatan otot, fisik dan cardio vascularnya, sebagai pondasinya tertata lebih kokoh.
Sisi lain, Dimulainya penjenjangan motocross sejak dini, seperti Rafly, ibaratnya seperti menggambar di kertas putih.
Lapangnya memori dan psikis Rafly SM, berpotensi memahami dan mencerna ajaran baik dan buruk.
Tinggal dibentuk dan mencari jalan tengah, yang saya nilai paling bijak.
"Yaitu, mudah adaptasi, santun, tak mudah menyerah dan memiliki mental juara, "tegas H. Tomin.

Selain saya komunikasikan langsung ke Rafly SM, juga telah saya sampaikan ke instrukturnya.
Kelak di setiap training selalu ada presentasi soal materi mutlak satu ini.
Harapanya, bisa menjadi karakter petarung tapi santun, jadi juara tanpa bikin emosi lawan.
"Anggap saja sebagai perpaduan serum dan DNA "ramuan khas Madura, "senyum H. Tomin yang asli Ngoro, Mojokerto itu.
Fantastisnya, ada satu hal paling sensasional, dibalik munculnya Rafly SM di laga motocross.
Rafly SM, terhitung sebagai crosser pertama, yang murni hasil regenerasi dari Madura.

Makin spesial, cita dan obsesi H. Tomin menjadikan Rafly SM sebagai crosser itu, telah direstui oleh Hj. Chusnul Khotimah istri-nya.
Bahkan, Hj. Chusnul sapaanya cukup aktif mengawal Rafly SM saat training di sirkuit Sibas.
Sangat perhatian, terhadap perkembangan putranya.
Terutama soal asupan gizi dan mengatur schedule belajar, agar tak tertinggal.

Bahkan, belakangan ini Hj. Chusnul mulai belanja peralatan training, untuk membentuk kekuatan otot lengan tangan, bahu dan paha, yang dinilai menjadi hal mutlak di motocross.
Pihak pendidik dari SDN 1 Kadur, Pamekasan, juga mensuport sepenuhnya perjalanan karier Rafly SM.
Berharap bisa membawa nama Kadur, Pamekasan di kompetisi level nasional, amin. skg/foto : Sibas