Rinto Januar - Demokrat Jaya Racing Team, Sidoarjo : MERANGSANG REMAJA MILENIAL PENGGEMAR DRAG BIKE BERKARYA MEMBANGUN INDUSTRI KREATIF

Rinto Januar owner Demokrat Jaya Racing Team & Petek Kaisar Motor, Sidoarjo. Tampil berusaha merubah pola pikir penggemar drag bike kelas sleep engine, untuk bergulir ke jalur prestasi. Rinto Januar owner Demokrat Jaya Racing Team & Petek Kaisar Motor, Sidoarjo. Tampil berusaha merubah pola pikir penggemar drag bike kelas sleep engine, untuk bergulir ke jalur prestasi.

Akrab disapa Kopi, salah satu pemain kawak karapan yang kembali meramaikan karapan, setelah vakum lama. Asyiknya tuh disini ! Rinto muncul seolah mengkalibrasi peta kekuatan karapan di Jatim saat ini. Khususnya kelas sleep engine 200 cc, yang lagi ramai menjadi bahan perbincangan di setiap bengkel cap racing di wilayah Jatim.

Rinto makin penasaran dengan kelas yang dulu tenar disebut sebagai kelas bebas dan pertarungan para raja. “Saya salut, remaja sekarang inovatif, menyebutnya dengan istilah sleep engine, ”kata pria yang memulai karier di karapan sejak duduk di bangku kelas 4 SD kelas di tahun 98.

Nama Jamaica aktor karapan d seputaran Gedongan, Waru, Sidoarjo, disebut-sebut pernah diback up Rinto saat masih menjadi rider. Etos kerja, tentang kedisiplinan dan keseriusan menangani korekan, didapatnya dari sini. 

Bicara history Rinto, saat di SMP tahun 2000 hingga 2003, pernah menguji coba trek road race. Dengan back up Aripin tuner kawak asal Rungkut, Surabaya,  membawa bendera PMC. Tapi, kondisi lingkungan, kerabat dan kolega otomotif, berkata lain. Sebab, warga Jl. Berbek 2/42, Sidoarjo ini, terus dihadapkan dan digoda dengan eksotisnya karapan.

Dan memang benar, setelah gantung helm di road race, Rinto semakin mantap menjadi nakodha tim drag bike yang dibangunya di 2004 saat SMA. Bekal pengetahuan dan pemahaman soal korekan mesin dan bacis standar kuda besi, Rinto akhirnya pasang badan, merangkap owner sekaligus tuner.

Beberapa kuda besi berbasic 4 tak, seperti Satria F 150 spek down, Shogun, Jupiter dan Crypton sempat menjadi kreasinya. Termasuk Ninja 150 cc yang mulai diminati di 2005. Popularitas Ninja 150 terus meroket, sebagai alternaif kelas sport 2 tak 140 cc, yang terus memunculkan kontroversi. “Soal legalitas Yamaha Touch yang dianulir sebagai basic kuda besi lokal, ”beber Rinto.

Rinto Januar & Agus Harimurti Yudhoyono Ketua Umum Partai Demokrat. Bangga dengan kader Demokrat yang muda berkarya & inovatif.

 

Di tahun itu juga Rinto sempat mencicipi lintasan drag race. Beberapa tuner potensial asal Surabaya pernah menjadi rujukan Rinto. Di lintasan drag race, lebih tepat menjadi ruang untuk mengakomodir hobi Rinto soal kecepatan.  

Dan di 2006 Rinto terjun di dunia politik, mengikuti jejak orang tua. Perjalanan dan perjuangan Abah Sarto orang tua Rinto saat menjabat Ketua Demokrat Dapil Sidoarjo periode 2004-2014, banyak memberi inspirasi tentang ilmu politik.

Sejak 2006 itu Rinto vakum dan hampir tak pernah menghirup aroma Motul dan terbakarnya kampas kopling. Rinto lebih fokus road show, bekerja, berkarya dan berderma, setelah menjabat di Partai Demokrat Dapil V Taman, Sukodono, Sidoarjo.

Rinto Januar. Mania racing kawak Jatim yang terjun di dunia politik & mengikuti jejak orang tua.

 

Memasuki musim kompetisi drag bike di 2009, Rinto kembali berlaga di drag bike dengan format tim bernama “Demokrat Jaya Racing Team, Surabaya”. Dibela rider kawak Surabaya, Galang dan Ricko. Berjalan hingga 4 tahun, disaat awal sengitnya kompetisi sport 2 tak 155 cc rangka standar.

Setelah masa millennium ini, Rinto kembali menorehkan catatan penting soal perkembangan teknologi drag bike, yang mulai terinfeksi serum korekan Jakarta, Jabar, Jateng dan Jogja. Perkembanganya cukup pesat, absen dalam satu even saja sudah, best time yang diukir sudah berubah.

Rinto Januar. Bersama tim riset serum perikanan & tambak udang.

 

Belum lagi pressure tim-tim drag bike yang baru muncul saat itu, dengan serangkaian strategi mutakhir. Bahkan beberapa nama rumah racing Thailand, juga makin ramai disebut sebagai influencer.

Hingga lahirlah kelas matic 200 cc, dengan popularitas yang menandingi sport 2 tak 155 cc rangka standar. Saya nilai, di tahun itu adalah masa kejayaan even drag bike. Termasuk para sponsor, ikut andil berperan samar memonopoli. “Inilah dinamika drag bike, kalau tak menggeser ya akan tergeser, ”yakin Rinto.

Tapi, lagi-lagi panggilan kewajiban mengemban tugas rakyat, yang memutuskan Rinto, memilih fokus lebih dulu di dunia politik di akhir 2013. Terhitung 5 tahun meninggalkan sirkuit, di 2018 Rinto kembali turun di drag bike. Tapi, hanya sekedar suport.

Rinto Januar. Kenalkan produk salah satu serum untuk perikanan & bersama salah satu juragan tambak koleganya.

 

Sebab, makin banyak kerjaan, yang menyita waktu. Termasuk bisnis baru, salah satunya produk makanan dan serum perikanan, belum lagi persiapan membuka dealer Gesit electric commuter.

Dan di 2020 ini, Rinto menguji coba program kerja di segmen racing. Yaitu mengentaskan dan merubah pola pikir pelaku karapan liar, agar bergulir ke even resmi. Tetap, melalui mediasi kuda besi sleep engine, yang terhitung dalam 3 bulan ini popular dijadikan ajang karapan liar.

Alasan itu pula, sleep engine berbasis Vega dibangun, hasil duet dengan Pak Be Begawan Kaisar Motor di Perum Tamasa VIII/2, Tropodo, Sidoarjo. “Testcase telah berlangsung sebulan silam, sekarang sudah masuk final seting, ”kata Rinto.   

Rinto & Petek. Dengan gacoan sleep engine berbasic Vega yang telah diupgrade 200 cc.

 

Rencana pastinya, setelah covid-19 ini, saya akan negoisasi dengan Pemprov IMI Jatim, untuk membuka kelas slep engine. “Sekaligus mengkoordinasi peserta dan pelaku yang lagi on fire di kelas sleep engine, ”janji Rinto.

Melalui media ini pula, saya minta dukungan kepada rekan dan kerabat, untuk mendukung agar kelas sleep engine dibuka di even drag bike resmi. Dibalik rencana ini juga ada tujuan mulia, yang sejatinya akan Rinto paparkan.

Coba amati bersama, berapa SDM remaja milenial yang biasa terlibat dalam sebuah tim karapan. Alangkah damai dan bijaknya, ketika SDM tadi kita poles terus, hingga menjadi SDM yang produktif dan terarah di segmen otomotif. “Agar selanjutnya, bisa menumbuhkan sebuah industri kreatif otomotif, ”tegas Rinto.   teks - foto : collins