Soal pilihan tema modifikasi retro, Arleen Maranatha Siahaan, seleranya memang beda. Retropolis, menurutnya lebih pas, sebagai transisi pribadi modern yang baru saja bertransformasi ke retro klasik. Persis direpresentasikan CB 150R Fueil injection yang dijadikan retro classic kali ini.
Jujur, staf PJB Unit Pembangkit, Gresik kelahiran Jakarta 94 itu, mengaku baru saja menyukai atmosfir retro classic. “Tapi, kalau sekedar menggeluti bidang otomotif, ya cukup lama, ”ramah Arleen saat kopdar di workshop The Spawn Custom Garage, Jl. Raya Jemursari 28, Surabaya.

Aura retropolis kali ini kental tersaji pada rombakan dan pengembangan desain tubular, dari basic orsinya. DNA cruiser dipelintir menjadi scrambler, melalui rubahan subframe buritan dan trellis.

Memang, dengan basic CB 150R lebih diuntungkan dengan desain rangka model tubular. “Untuk meneruskan tema retro jadi mudah, tapi tetap butuh kejelian dalam hal kontruksi, ”ulas Andy Tenggara CEO The Spawn Custom Garage, Surabaya menegaskan.
Konsep rombakan tubular lebih banyak di sub frame buritan penopang jok. Pada bagian ini, kita rancang sesimpel mungkin sesuai roh scrambler. Dan mesti akur saat disandingkan jok garapan Pangad, Surabaya yang menganut model scrambler.

Bahkan di bagian buritan, kita coba sandingkan panel bodi bergaya tracker komplit dengan nomer start, diwakili angka 27 tanggal lahir Arleen.
Demikian tangki, berganti retro classic dengan tarikan garis elips. “Untuk mendapat desain yang proposional, tinggi dan lebarnya dipertimbangkan dari dimensi mesin CB 150R, ”jelas Andy yang merujuk ke Toms Air Brush untuk pengecatan keseluruhan bodi. Dan pilihan warna beige dari Blinken dinilai pas, untuk memperkuat kesan retropolis.

Untuk kaki-kakinya depan digantikan up side down aftermarket dan dipadu swing arm OEM. Mengapit velg Sprint XD profil 300-17 di depan dan 350-17 di belakang. Dibalut Swallow 110/80-17 dan 140/70-17.
Urusan riding style, lebarnya tapak kaki kian seimbang, setelah dikontrol setang kemudi Pro Tapper model fat bar. Bersanding head lamp Rhino Light, berdesain neo classic, lengkap dengan visor-nya. Agar optimal mereduksi vibra, handgrip dipilih dari Rizoma.

Tema modifikasi juga makin kompleks, setelah bagian exterior mesin ikut dijarah. Melalui penambahan tabung reservoir custom steinless, diinstal dengan selang radiator Shamco. Sisi bawah crankcase juga ditambahkan skidplate sebagai pengaman, serta pelepas gas buang berkontur mega phone classic aftermarket.
Sampai disini, Arleen merasa puas, sebab cita rasa retro classic tak harus belel atau serba manual. “Mesin Fuel injection dan fitur full electrical saja bisa. Terpenting lagi, lebih easy ride, ”bangga Arleen. teks - foto : enea