Ada yang berbeda di Hafidz 286 Motocross Circuit, Kemasan Tani, Gondang, Mojokerto, minggu silam (15/8/2021).
Dan memang sejak Grand Opening pembangunan dan renovasi di 2 bulan silam, Hafidz 286 Motocross Circuit, selalu diramaikan oleh berbagai kalangan crosser asal Jatim.
Mulai dari crosser yang baru saja melangsungkan training skill, hingga team motocross yang sempat gantung helm, kembali beraktifitas.
Termasuk Team PON Motocross Jatim, yang mulai aktif memanfaatkan Hafidz 286 Motocross Circuit, sebagai alternatif untuk berlatih.
Giliran crosser executive yang merapat, ikut meramaikan sirkuit dengan geografis alam berlatar panorama eksotis.
Diantaranya H. Mas'ad, Slamet Biuz, H. Haryono, Janal Chunk, Fiky "Harley" Firmansyah, Ony, H. Samsul Akhmadi dan Tekikz.
Selain itu, ada crosser M. Rizqy dari Marinir MX Team yang pernah menjadi juara nasional 50 cc, Suci Mulyani dan Ariel. Di kesempatan ini, ketiganya beradu skill hingga menyegarkan suasana.
Sisi lain, juga ada crosser belia Hafidz Putranto dan Jibril, yang intens menimba ilmu di Gatam Hatim dari GHMS, Mojokerto. Hafidz mulai naik kelas menunggang KX 50 cc.
Kedatangan crosser executive kali ini tak lain mengapresiasai Ridho Tri Putranto yang menjabat sebagai Wakapolres Mojokerto, terkait semangat, kontribusi dan partisipasi, dalam menggairahkan motocross di Jatim.
Di kesempatan ini juga, crosser-crosser executive melangsungkan ramah tamah, berbincang harmonis, terkait kelangsungan dan perkembangan motocross di Jatim.
"Bapakk Ridho layak disebut sebagai booster juga motivator, disaat momentum motocross di tanah air lemah gemulai, pengaruh jadwal event yang terlalu lama vakum, "kompak crossser executive.
Dalam sambutanya, Ridho juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran crosser executive, yang telah sudi hadir di Hafidz 286 Motocross Circuit.
Dan tetap prokes, tetap semangat, tetap bijak dan tetap bermartabat.
"Semoga semangat para crosser executive, selalu menjadi trigger bagi masyarakat luas, khususnya bagi penggemar otomotif roda dua, maupun pelaku industri kreatif, "papar Ridho yang setia didampingi sang Istri.
Selama saya ikuti perjalanan dan eksistensi crosser executive Jatim, outputnya motocross di pelosok daerah Jatim jadi hidup.
Seiring sejalan pertumbuhan hadirnya beberapa crosser new comer, juga perkembangan MX Training.
"Dan mereka ini sekaligus yang menjadi provokasi, saya jadi pingin jumping dan full throttle, "senyum Family Man itu.
Di kesempatan ini pula, crosser executive ikut melangsungkan simulasi latih tanding, bahkan Ridho juga ikut berlaga.
Memang untuk memeriahkan suasana, semua crosser yang hadir ikut dilepas bersamaan.
"Jadi tak lagi mengklasifikasi level crosser, sesuai grade aslinya, prinsipnya siapa yang mau berkembang silahkan bergabung, "terang Gatam.
Wajib ada input baru bagi crosser junior untuk mengamati, meniru dan modifikasi, style dan tekhnik balap seniornya. Dan ini pentingnya, sebuah simulasi latih tanding.
"Di satu sisi crosser senior, bisa kembali beradaptasi cara ngegas, berinovasi racing line, sampai memenej fisik, setelah libur panjang event motocross, "imbuh Janal Chunk crosser executive Pro juga Direktur JC Suspension, Surabaya.
Termasuk M. Rizqy yang masih dalam masa recovery usai cidera. M. Rizqy kembali beradaptasi dengan power dan speed Husqvarna 85 cc pacuan terbarunya.
M. Rizqy serius dimonitor oleh H. Irwan Thailand daddy-nya, sehubungan dengan gaya dan tekhnik balapnya. Input terbarunya, M. Rizqy mengalami kendala soal traksi, terkait kontur tanah dan jenis ban pacul yang dipakainya.
Nah, dinamika dan proses edukasi menghadapi tantangan handicap desain Hafidz 286 Motocross Circuit kembali berjalan. Kendati sesi training, tapi keprofesionalan H. Irwan Thailand berusaha mengimplementasikan seperti di real competition.
Di sisi lain, Fiky, H. Mas'ad, Ony, H. Haryono, Tekikz, Slamet Biuz, H. Samsul Akhmadi, kecuali Janal, di sirkuit bertipikal motocross ini, merasa mendapat tantangan baru di variabel handicap Hafid 286 Motocross Circuit.
Di beberapa titik handicap yang dinilai hafal berani full throttle, tapi ada juga titik handicap yang masih meraba menurunkan power dan speed.
Jadi, ada semacam fase pengenalan, pemantapan dan berfantasi, untuk beraksi.
"Fenomena seperti ini yang menghadirkan inspirasi, akan semangat, ketangguhan dan profesionalisme pria milenial yang mempertahankan hobi di saat usia mendekati kepala empat, "puji Ridho.
"Seolah menyampaikan pesan moral, kepada remaja yang lagi menitih karier dalam sebuah hobi otomotif, untuk tetap semangat dan inovatif saat terobsesi mengejar prestasi, "tambah penggemar kuliner Bubur Gunting dan Abon Kepiting khas Balikpapan itu. skg