.

Simulasi Latih Tanding Motocross Sirkuit Superkirun, Trenggalek : TEPAT BAGI CROSSER YANG TEROBSESI MENJADI CHAMPION

Sirkuit Superkirun secara resmi dikenalkan kepada crosser executive, melalui gelaran simulasi latih tanding.

Selain crosser executive dari Jatim, hadir pula beberapa MX Training, untuk memeriahkan pembukaan sirkuit Superkirun, Trenggalek.

Sekaligus mengapresiasi semangat dan kontribusi H. Mustofa crosser executive asal Trenggalek, atas pembangunan sirkuit Superkirun.

Khususnya yang berdomisili di seputaran plat AG dan AE, yang terhitung cukup strategis.

"Alternatif sirkuit jadi lebih variatif, serapan ilmu motocross cukup komplit dan tak monoton, "puji Legong crosser executive pribumi Trenggalek.

Memang tepat menjadi prasarana pemantapan crosser executive. Dengan asumsi saat laga jangan sampai dimix antara executive A, B dan C.

Sebab, desain handicap terlampau rapat. Idealnya setiap laga atau sparing, taraf skill crosser, harus seimbang atau memiliki skill 11-12.

"Untuk memastikan perjalanan laga, speed terus mengalir dan bukan saling menunggu, "sorot M. Kadafi Sekjen Executive Jatim Motocross. 

Hal demikian yang sekaligus menjadi tantangan crosser executive. Mengingat, handicap cukup rapat, persis dengan tipikal supercross.

Hampir tak ada peluang menghimpun power. Otomatis soal ketahanan fisik menjadi taruhan.

"Dengan begitu, crosser makin mudah improve, untuk mengetahui kemampuan kapasitas fisiknya, "jelas Warsito crosser executive penunggang KX 250.

Fenomena peralihan desain sirkuit teknikal demikian, yang kemudian memancing sudut pandang, sehubungan cara menanggapinya.

Kalau yang berlatar belakang laga di motocross sekedar fisik, memang berat. Butuh adaptasi !

Tapi, bagi pribadi yang menghendaki terjadinya perkembangan, peningkatan skill dan terobsesi menjadi champion, jelas mengamini.

Adrenalin kembali tertantang, pola mengumbar RPM jadi naik dan kontrol speed kian terpacu.

"Itu artinya tinggal merubah tradisi lama, untuk menaikan level dan tingkat kesulitan sirkuit, tapi harus kembali melalui mufakat, "lontar Nizar crosser executive asal Nganjuk.

Beda dengan crosser-crosser yang tergabung dalam MX Training. Teknikalnya sirkuit Superkirun, Trenggalek, justru dinilai menjadi bekal dan tambahan ilmu baru.

Sekaligus untuk mengukur kemampuan kapasitas fisik masing-masing crosser, saat sesi training.

"Sebab, tingkat kesulitanya terhitung merefresh desain sirkuit yang ada selama ini, "nilai Daniel ortu dari Reyno crosser MX 125 yang menimba ilmu di NMT.   skg