Yamaha V-Ixion New V-Ixion Lightning 2017, Sidoarjo : DONGKRAK AKSELERASI MENGAPRESIASI HISTORY

Ridho Mekanik RAT Motorsport, Sidoarjo. Realisasi up grade performa NVL Popeye dengan hasil serba terdata & sempurna. Ridho Mekanik RAT Motorsport, Sidoarjo. Realisasi up grade performa NVL Popeye dengan hasil serba terdata & sempurna.

Kuda besi berbasic Fuel injection kian familiar, untuk dijadikan bahan up grade performa. Seolah memberi angin segar bagi pemiliknya. Bahkan, perjalanan kompetisi karapan, yang mulai merujuk ke basic Fuel injection, turut memancing dan menjadi stimulusnya.

Termasuk Damar Rahmat S, warga Wage, Sidoarjo yang lagi serius menikmati kariernya di bidang pelayaran. Durasi waktu yang lama di tengah lautan, acap kali membuat Damar kangen berfantasi, mengumbar power New V-Ixion Lightning kesayanganya.

Damar Rahmat S & keluarga. Bangga berkarier di pelayaran & otomotif roda dua menjadi bagian hobi lama.

 

New V-Ixion Lightning bagi saya cukup banyak historynya, dari sekolah sampai menitih karier setia menemani saya. Cukup bangga, untuk bisa merawat sampai membuatnya kembali bertaring, ”kenang Damar yang memberi nama sebutan kuda besinya dengan NVL Popeye.

Anggap saja ini bentuk apresiasi saya, untuk mengenang history dengan New V-Ixion Lightning. Dan memang saya lebih suka modifikasi mesin, dibanding tampilan.

Bahkan, gemar full throttle sejak duduk di bangku SMP. “Puji syukur sekarang bisa merealisasinya, ”cerita lajang yang sering mentraktir squad Rat Motorsport di Jl. By Pass Juanda 17, Sidoarjo itu.

Ridho Mekanik RAT Motorsport. Menguji performa speed di RPM tengah atas, tawarkan sensasi torsi & HP lebih dinamis.

 

RAT Motorsport, Sidoarjo memang pantas menjadi rujukan Damar. Sebab, perencanaan dan pencapaian progress-nya, terbukti nyata. Mungkin juga terpengaruh dengan pola dan skema berlayar.

Semua serba terdata, untuk mencari arah, kalkulasi BBM, sampai menjaga power mesin di putaran ideal. Hampir tak ada istilah spekulasi. Persis dengan Rat Motorsport, Sidoarjo kalau saya boleh memberi testimony.

Seperti modifikasi mesin yang mengarah ke tipikal square, dari pemakaian piston LHK 66 mm dan stroke 66 mm. Request saya ke Ridho mekanik RAT Motorsport, Sidoarjo memang pingin mengumbar power untuk touring dengan trek middle.

Up Grade Performa Mesin. Tipikal square lebih mengakomodir power kebutuhan touring.

 

Untuk mengolah power band agar lebar dan nyaman dipaaki touring, map ignition diplot di 28 derajat, saat RPM 9500. “Sedang, di RPM 5000, ditentukan dengan map ignition 32 derajat, melalui ECU BRT dual band Juken 5, ”terang Ridho.

Map ignition ini juga berdasar dari perbandingan kompresi cenderung tinggi di 12,8 : 1. “Alasan itu, throttle body berganti Kawahara 34 mm, guna mengimbangi kapasitas mesin yang melonjak hingga 225 cc, ”jelas Ridho yang mematok dynamics injector flow rate di 195 cc/minute.

Data Rombakan Silinder Head. Full kompetisi dengan level bergengsi.

 

Setingan ini juga mengacu pada pencapaian power puncak yang sanggup menembus 38,9 HP di 10.500 RPM. Berbanding torsi 30,3 Nm di 8500 RPM. “Sampai disini, semua saya pastikan serba terdata, dengan pencapaian paling sempurna, ”yakin Ridho dengan mimik serius.

Rombakan Intake. Imbangi meningkatnya debit gas segar.

 

Dan kompensasi meningkatnya debit gas segar, over size katup diaplikasi. Katup in berganti 23 mm dan ex memakai 20 mm. Selaras dengan rombakan intake di 31 mm dan exhaust 28 mm, guna meningkatkan kecepatan siklus gas segar.

Over Size Katup. Adopsi ukuran 23 mm & 20 mm, berlanjut pada porting polish.

 

Knalpot yang diaplikasi dari brand RAT Motorsport, dengan kombinasi leher 35 mm dan bafel 38 mm, juga dirancang sesuai makin besarnya exhaust. Tak sekedar dirancang minim hambatan, selebihnya mengolah gasingan tengah lebih galak.

Knalpot RAT Motorsport. Produktif mengolah power bawah, tengah & atas.

 

Beda dengan fungsi sarangan yang memakai 51 mm. Sentuhanya cenderung ke pencapaian peak power relatif singkat. “Saat melayani power bawah menengah, ”sebut Ridho.

Modifikasi Camshaft. Layani kebutuhan mesin dengan kapasitas 225 cc.

 

Untuk data camshaft, menyebutkan, durasi di angka 250 derajat. “Dengan detail rincian, In open di 21 derajat, close pada 49 deraja. Sedang, ex open di 51 derajat dan close di 20 derajat, ”urai Ridho yang menyebut lift camshaft berada di 7,5 mm.

Kerenya pegas katup diadopsi dari ZX6, profil lebih gemuk di 38,5 mm, dengan kontur lebih renggang.  Dari sisi ketahanan telah teruji, diyakini mampu memanjakan Damar mengumbar power saat touring.    teks - foto : enea