Honda CRF 150L - 99 Speed, Blitar : JET DARAT KONVERSI KARBU, DUTA ANTI BALAP LIAR BLITAR !

Event resmi prestasi telah menjadi skala prioritas bagi Roy Kurnia, owner Racing Team yang belum lama ini ikut berpartisipasi memeriahkan hajatan spektakuler Blitar Road Race Championship 2026, Blitar.

Racing Team dengan basecamp di Desa Ngembul, Binangun, Blitar itu, tampil di kelas Supermoto 180 cc 40+ !

Sebagai upaya propaganda positif workshop, sehubungan maraknya pelaku Herex berbasic Sport Trail, yang masih banyak full throttle di jalanan.

"Kesepakatan berlaga di "Blitar Road Race Championship 2026" ini, kami tunjukan untuk membalik persepsi negatif itu !

Agar orang tua kami lebih memahami dan juga bangga, bahwa event resmi ini arahnya bukan ke arogansi, tapi lebih ke prestasi serta popularkan Blitar, "sapa hangat Roy owner Honda CRF 150L, yang telah diupgrade total menghadapi laga Supermoto 180 cc 40+.

Dengan layar putih prestasi hakiki ini, Roy dan squad 99 Speed, Blitar, menyusun strategi matang beraroma revenge !

Di sesi kali ini juga menjadi pembuktian, squad workshop 99 Speed, Blitar, tidak hanya tenar di Sunmori.

Tapi, juga siap menjawab kebutuhan racing kompetisi, dari drag bike, road race, grasstrack dan adventure, serta menyelipkan promo kualitas kampas rem Fenrir.

Mendaulat pilot jet tempur kawak Andi Gleweh, yang kaya pengalaman di road race, termasuk Supermoto.

Andi Gleweh juga tercatat sebagai rider yang pernah menjadi bagian tester ban compound lunak Primaax untuk Supermoto di 12 tahun silam.

Andi Gleweh di sirkuit bertipikal high speed ini, sukses mendobrak podium teratas di kelas Supermoto 180 cc 40+.

Menyinggung soal inovasi kapasitas tempur yang digawangi oleh Lincah engine builder 99 Speed, Blitar, terhitung cukup brilian !

Pasalnya, basic DNA Fuel injection Honda CRF 150L, oleh Lincah dikonversi ke karbu, yang mengusung spesifikasi karbu 30 mm dari brand UMA.

Itu lantaran kubikasi mesin saat ini melonjak di 180 cc, usai up grade piston 63 mm, yang dikombinasi stroke 57,8 mm.

Debit gas segar mode otomatis jadi makin rakus, konsekuensinya, sistem pengapian berganti sistem "totaloss" alias full DC.

Sistem wiring jadi diringkas, hanya fokus untuk sistem pengapian ! Point ini saja, pengaruh power signifikan !

Meningkat sampai 29,7 HP dan Torsi tembus 18,5 Nm.

Pemantik pengapian pick up coil pada flywheel dirombak jadi 1, dari awalnya kelipatan 3, mengikuti Ignition sistem karbu dan diprogram CDI Rextor.

Intake manifold dan exhaust silinder head jadi kena jarah, guna meningkatkan flow gas speed yang dilayani main jet 130 dan pilot jet 55.

Masih di kompartemen sama, camshaft dipermak ulang oleh Lincah, pada lini durasi, lift camshaft dan overlap, spesial diproyeksikan mendongkrak gasingan bawah dan tengah.

Jelinya, katup yang diaplikasi Lincah saat ini, serupa OEM tapi tak sama !

Berbasic bahan Npp yang di kenal lebih murah , tapi dicustom menjadi 30 mm (in) dan 26 mm (ex), dengan batang 5 mm, sesuai regulasi.

Mantapnya, secara tampilan kosmetik exterior standar layanan Sunmori 99 Speed, Blitar, juga diterapkan oleh Lincah di jet darat pacuan Andi Gleweh.

Seperti seluruh bagian calter kopling, calter magnet, blok silinder dan silinder head, yang tampak lebih fresh, setelah melalui proses di Den Vapor Blasting, Blitar.

"Jadi, secara penampakan jet darat ini, merupakan cermin atau representasi profil 99 Speed, Blitar.

Seperti kebutuhan minat pasar, yang menghendaki tampilan modis, kencang dan durability tetap terjaga, "promo Lincah.    skg