.

Geovanni Nicolas - M-Bro Garage, Surabaya : SEJAK ERA MILENIUM SUDAH FAMILIAR DENGAN OTOMOTIF & BERKIPRAH DI ERA MILENIAL

Besar di lingkungan otomotif sejak masa balita. Itu juga karena hobi papa, tak lain adalah Simon Benyamin, pelaku karapan 201 meter.

Kiprahnya di karapan 201 meter, sukses menggairahkan otomotif di Surabaya era milenium 2000.

Juga dekat rider-rider potensial saat itu, seperti Louise "Kadal" Marcell, Rovino, Abid, Hafidz Chandra, Boneng dan masih banyak lagi.

Nama Simon juga disebut-sebut sebagai back up alias yang mensuport almarhum Basyori salah satu tuner legend Surabaya.

Selain nama Jian Tse, Sell Yen, Jingwan, Mingthe, Koh Khien, Edi PMC, Jono CR,  dan Cak Mad MRD.

Basyori sempat berjaya dengan Satria R 120 cc dan RG R150. Di era milenium itu, Basyori juga sempat dipercaya menjadi team research & development bebek 4 tak Sanex, untuk laga road race.

Dan menjadi momen krusial saat itu, pasalnya sengit-sengitnya non mopang berseteru berebut pasar.

Basyori berkolaborasi dengan Aris dan Boby Arab, sebagai ridernya.

Di lingkungan yang penuh kebisingan dan aroma avgas ini, Nico sapaan beken Geovani Nicolas, begitu familiar dengan otomotif roda dua.

Sesekali kadang "ngrepoti", saat om Bas bongkar pasang mesin. "Tak jarang oli mesin tap-tap'an ditumpahkan Nico, "kenang Simon.

Ya mungkin inilah jalan tuhan, Nico dengan otomotif sudah dipertemukan saat balita.

"Bahkan dengan perangkat mesin dan perkakasnya, seperti bermain "Lego", "bijak pengusaha bisnis jasa expedisi segmen trailer itu.

Sayang di era milenium itu, Nico yang akrab dengan mesin 2 tak, saat M-Bro Garage dibuka Nico, segmentasi justru ke Fuel injection.

Yap, itu sekelumit perjalanan Nico, yang menjadi trigger untuk konsisten di jalur otomotif.

Review M-Bro Garage, berawa dari aktifitas milenial, teman SMA Nico yang terus nyambung hingga di duduk bangku kuliah UK Petra.

Salah duanya ada Dennis Nara dan Marvel Pranata, hingga saat ini yang intens berkomunikasi.

M-Bro adalah nama kedai, spesial menyajikan menu mie super pedas di kawasan Siwalankerto, Surabaya dekat UK Petra.

Di kedai ini, Nico dan kerabat sering debat kusir, membahas kisah dan perkembangan otomotif, hingga option part racing terkini.

Pastinya Nico yang menjadi influencer soal perkembangan otomotif.

Apalagi, usai lulus SMA di 2017, Nico sempat menimba ilmu di RAT Motorsport, Jl. By Pass Juanda 17, Sidoarjo, selama 1 tahun.

Komposisi teori dan praktek 25% : 75%, Nico jadi singkat menguasai soal racikan dan estimasi up grade performance mesin.

Termasuk trouble shooting dan sistematis rangkaian mesin Fuel injection.

Fitur dynotest yang ada di RAT Motorsport, Nico makin memahami dan  menganalisa, sebab akibat di setiap tahap modifikasi mesin.

Bekal ilmu yang didapatnya dari RAT Motorsport itu, kini diperdalamnya lagi di fakultas Teknik Mesin Otomotif

Atas dukungan kerabat dekat Nico juga restu orang tua, akhirnya Nico secara resmi melaunching M-Bro Garage.

Lokasinya di Kejawan Putih Mutiara VII, Blok C-3 No. 296, Surabaya. Untuk sementara masih memanfaatkan garasi rumah orang tua.

"Dari nama itu juga Garage saya sematkan di belakang M-Bro, "ulas Nico.

Untuk customer, selama 6 bulan beroperasi, selain kerabat mulai ada customer dari luar. "Juga ada yang dari medsos dan kolega papa, " terang Nico.

Soal budget atau biaya, Nico tetap mempriorotaskan komunikasi dan fungsi.

Representasi perjalanan Nico saat bermain racing, yang berusaha disosialisasinya.

"Agar customer saat modifikasi mesin, tepat sasaran sesuai fungsi, "wejang Nico.

Kabar terbarunya, Nico lagi intens mendalami desain total daun as kruk.

Sebagai opsi, untuk mencari off set yang ideal, optimalisasi balancer, sampai pengaruhnya untuk dongkrak torsi atas.

Konsep ini pula yang nantinya diusung Nico, untuk matic bertema Ngabars, selain fokus pada "Kiporno".

Tetap mencari peluang baru konsep korekan baru, dari yang telah ramai diadospi dan diaplikasi.

"Itu yang menjadi moto M-Bro Garage, dalam mengarungi dunia otomotif yang kian pesat ini, "semangat Nico.   skg