Tono - Owner Madu Sari Alam, Pati : PEDULI STAMINA BIKER & MEMPERKUAT MARKET WILAYAH PANTURA

Madu Sari Alam, Pati. Cocok sebagai penunjang aktifitas yang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi. Madu Sari Alam, Pati. Cocok sebagai penunjang aktifitas yang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi.

Sebagai entrepreneur muda dengan pola pikir visioner, Tono dengan usaha barunya di segmen pangan, yaitu madu merk Madu Sari Alam, mulai menyusun strategi baru. Input ini didapat dari hasil kajian dan survey yang telah berlangsung serius.

Sengaja, belum lama ini saya ke Jakarta jalan darat, melalui  jalur umum non TOL. Sejak dari Surabaya, via jalur Pantura, ketika saya rata-rata, setiap Kabupaten maupun Kotamadya yang saya lalui, 4 sampai 5 titik, selalu ada workshop otomotif. “Dari level kecil, menengah dan kelas grosir, ”terang Tono.

Wilayah market Madu Sari Alam, Pati. Pemerataan wilayah pantura & pertimbangan intensitas pengendara cukup tinggi.

 

Latar belakangnya, jelas dan pasti bahwa jalur tersebut memang produktif, dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Tapi, prosentase roda empat  atau lebih, mulai berkuarang, setelah ada TOL panjang.

Industri kreatif seperti workshop otomotif itu memang cukup logis, seiring dengan trend dan laju perkembangan otomotif yang kian pesat. Semua lini serasa dilibatkan, mendapat berkah.

Tono, owner Madu Sari Alam, Pati. Bangga bisa berkontribusi ke pengendara roda dua & empat penghobi touring.

 

Dari tinjauan ini, Tono ingin melibatkan semua kalangan otomotif yang ada di jalur Pantura, untuk memiliki usaha tambahan, yang dinilai rasional dan segmented. Yaitu menjadi rekan usaha Tono atau re-seller.

Konsep dan strategi market yang diadopsi Tono memang cukup beralasan. Sebab, madu dengan brand Madu Sari Alam hasil produksi Tono, juga bisa dijadikan sebagai alternatif suplemen buat bikers. Apalagi sejak 15 tahun silam, telah banyak terbangun komunitas roda dua.

Madu Sari Alam, Pati. Kemasan botol plastik, harga terjangkau & pas dibawa touring.

 

Tradisi sowan saling mengunjungi ke basecamp, menjadi hal mutlak bagi kalangan ini. “Otomatis, 7 komunitas roda dua dari total 10 komunitas roda dua, saya yakin pernah merayap di jalur Pantura, “analisa Tono.

Bagi saya cukup logis, ketika merangsang pelaku industi kreatif di segmen otomotif di zona ini, untuk menjadi rekanan saya. Tak harus pasang baner sampai menutup tampilan dan brand toko, cukup mendisplaynya di riging ukuran 30 cm x 120 cm.

Sasaranya, selain mengembangkan market madu merk Madu Sari Alam, juga mengajak pelaku industri kreatif turut peduli akan stamina dan fisik bikers luar kota, yang kebetulan mampir di workshop. “Dengan begitu, saya yakin jalur Pantura akan terbangun sebuah trade mark sebagai wilayah yang bersahabat bagi bikers, ”yakin Tono.   teks - foto : collins