Remaja milenial berpostur kekar putra dari pasangan Ridwan dan Leha itu, baru saja dikader oleh H. Redi Ketum Pemprov IMI Kaltim, yang menaungi wilayah Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Sangata dan Bontang.
Nama Ikbal sapaanya, sempat menjadi trending topic kalangan pemerhati motocross di tanah air. Ikbal memulai karier di grasstrack terhitung sejak 2012, berlaga di minimoto dan bebek modif, membela Bladus MX Team milik Odon pengusaha tambang asal Samarinda.
Di 2014 Ikbal naik 85 cc, masih setia dengan tim yang sama, di akhir tahun itu pula Ikbal berhenti membalap usai mengikuti kejurnas motocross. Setelah vakum 3 tahun, di 2018 Ikbal kembali tampil di kejurnas motocross Balikpapan 2019, dengan membela Samarinda MX Team milik Jay kontraktor tenar Samarinda.
Dengan potensi yang dimiliki Ikbal sejak di usia 15 tahun itu, banyak pemerhati motocross yang menyoroti kemampuan Ikbal. Kebetulan Ridwan bokap Ikbal, mantan pembalap grasstrack.

Fase penjenjangan Ikbal jadi lebih matang di setiap kelas yang diikuti, baik dengan basic bebek maupun sport. Sebab, pada point ini, Ridwan banyak berpartisipasi, terkait pembinaan dan pemilihan even grasstrack bergengsi.
Dari sini awal mula siswa SMK 6 Samarinda, yang sekarang menimba ilmu di SMA Darul Ulum, Gadang, Malang, memulai peranya sebagai pembalap grasstrack yang bertaring.
Ikbal terpilih menggantikan Rafli Rajab pembalap motocross wakil dari Balikpapan, yang lebih dulu diorbitkan H. Redi, untuk persiapan Pra PON 2019. Tapi, sayang Rafli diambil dan dipercaya untuk membela DKI Jakarta di Pra PON 2019. Dan Ikbal, disebut-sebut sebagai pengantinya.
Ada cerita cukup dramatis, saat Pra PON 2019 yang digelar beberapa bulan silam. Ikbal terpilih menjadi pembalap motocross Pra PON membela Pemprov IMI Kaltim, untuk bertarung di kelas 125 MX Junior.

Tapi, faktanya ketika Pra PON berjalan, total pembalap senior tak sampai memenuhi quota. Dan Ikbal dimasukan, dengan alasan untuk memenuhi kuota, agar kelas senior bisa dijalankan.
Fantastisnya, skill dan fisik Ikbal mampu menandingi pembalap motocross level senior, dengan torehan catatan waktu di 1,26 menit saat QTT. Ikbal istimewa, sebab dibandingkan dengan catatan waktu pembalap motocross senior saat even berlansung, terpaut di 1,27 menit.
Tapi, lagi-lagi sesuai aturan, Ikbal sengaja dipasang untuk memenuhi quota saat QTT saja. Sehingga di hari minggu saat even berlangsung, Ikbal tak dimainkan di kelas senior.

Prestasi Ikbal ini yang kemudian memikat simpati H. Redi. “Meskipun statusnya masih junior, tapi faktanya saat ditarungkan dengan senior, Ikbal mampu, hal ini yang membuat saya dan masyarakat pemerhati otomotif Kaltim merasa bangga, ”tegas H.Redi.
Bahkan, H. Redi juga memberi apresiasi, dengan memfasilitasi Ikbal sekolah motocross dan melanjutkan pendidikan SMA di Darul Ulum, Gadang, Malang.
Keseluruhan biaya juga ditanggung langsung oleh H. Redi hingga berprestasi. Ikbal bukan pembalap pertama yang diorbitkan H. Redi, sebelum Ikbal, banyak juga pembalap asal Kaltim yang dibiayai langsung oleh H. Redi, yang menyempatkan meninjau padepokan Darul Ulum Agung MX, Gadang, Malang.
Dipilihnya Darul Ulum, Gadang, Malang oleh H. Redi juga memiliki latar belakang panjang. Terkait, mengulang kesuksesan pembalap motocross putra Kaltim seperti Eka putra H. Jainal di (2012), Bima (2011) dan Nuvo (2011), hasil didikan Darul Ulum Agung MX, Gadang, Malang.
H. Redi memang dikenal sebagai Ketum Pemprov IMI Kaltim yang paling berpengaruh, mengembangkan perjalanan even otomotif di Kaltim. Kiprahnya tak hanya dikenal di roda dua saja, di even otomotif roda empat, H. Redi juga banyak memberi kontribusi terkait support kelangsungan sarana dan prasarana. teks - foto : enea